Perbedaan Membaca Intensif dan Ekstensif dari Berbagai Unsur

Posted on

Perbedaan Membaca Intensif dan Ekstensif dari Berbagai Unsur –  Dilihat dari sudut cakupan bahan bacaan yang dibca membaca, dapat kita golongkan kedalam dua jenis, yakni membaca ekstensif (extensive reading) dan membaca intensif (intesive reading). Untuk memberikan kejelasan pada kedua jenis membaca ini, mari ikuti penjelasan berikut.

Membaca Ekstensif

Dalam Dictionary of Reading (1983:112) disebutkan membaca ekstensif merupakan program membaca yang dilakukan secara luas. Para siswa diberikan kebebasan dn keleluasaandalam hal memiliki baik jenis maupun lingkup bahan-bahan bacaan yang dibacanya. Program membaca ekstensif ini sangat besar manfatnya dalam memberikan aneka pengalaman yang sangat luas kepada para siswa yang mengikutinya.

Karena membaca ekstensif merupakan program membaca secara luas, maka implikasinya antara lain, pertama, bahan-bahan bacaan, baik jenis teks maupun ragamnya haruslah luas dan beraneka. Dengan demikian, siswa akan banyak memiliki kekuasaan dalam melakukan pilihan terhadap bahan bacaan tersebut. Meskipun demikian, yang harus diperehatikan oleh guru adalah faktor kesulitan dari bahan bacaan tersebut. Jangan sampai bahan bacaan terlalu sulit untuk dicerna. Kedua, waktu yang diperguna untuk membaca pun harus sesingkat mungkin. Pada membaca ekstensif pengertian atau pemahaman yang bertaraf relatif rendah sudah memadai.

Mengapa demikian? Karena dalam program membaca ekstensif tuntutan dan tujuannya pun memang hanya sekedar untuk memahami isi yang penting saja dari bahan bacaan yang dibaca tersebut dengan menggunakan waktu secepat mungkin.

Menurut Broughton (1978) sebagaimana dikutip oleh H.G. Tarigan (1979:31) membaca ekstensif meliputitiga jens membaca, yakni membaca survey (survey reading), membaca sekilas (skimming), membaca dangkal (superficial reading). Secara skematis hal tersebut digambarkan sebagai berikut:

Perbedaan Membaca Intensif dan Ekstensif dari Berbagai Unsur

Untuk memberikan perspektif kepada anda, mari kita bahas ketiga jenis membaca tersebut.

a. Membaca Survey

Membaca survey ialah sejenis kegiatan membaca dengan tujuan untuk mengetahui gambaran umum ihwal isi (content) serta ruang lingkup (scope) dari bahan bacaan yang hendak kita baca. Oleh karena itu, dalam prktiknya pembaca hanya sekedar melihat, meneliti atau menelaah bagian bacaan yang dianggap penting saja. Misalnya judul, nama pengarang beserta biodatanya, daftar isi, judul-judul bab beserta sub-bab, daftar indeks, atau daftar buku-buku rujukan yang dipergunakannya. Dengan demikian membaca survey pada dasarnya bukanlah kegiatan membaca yang sesungguhnya. Jadi, dapat dikatakan semacam kegiatan prabaca.

Dalam konteks jenis bacaan ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian atau artikel yang terdapat dalam jurnal ilmiah, bagian yang penting juga perlu disurvey untuk mendapatkan gambaran umum serta serta ruang lingkup tersebut yakni bagian abstraksiini atau sebagian orang menyebutnya ringkasan (summary) terletak dibagian awal karya tersebut, sedangkan untuk buku, kita dapat membacanya lewat keterangan atau semacam pengantar singkatyang terletak pada sampul bagian belakang dari buku tersebut. Biasanya keterangan singkat tersebutdibuat oleh pihak penerbit atau seorang pakar yang memiliki otoritas dibidangnya.

Kemampuan membaca survey ini penting dimiliki oleh setiap pelajar, khususnya para mahasiswa agar dapat membaca secara efektif dan efisien. Meskipun demikian, untuk memiliki jenis keterampilan membaca jenis keterampilan jenis ini bukan hal mudah. Faktor pengalaman, latar belakang, penguasaan bidang ilmu sertakesungguhan merupakan hal-hal yang turut mempengaruhi keberhasilan seseorang memiliki kemampuan membaca survey ini.

2. Membaca Sekilas

Membaca sekilas atau membaca skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat (Tarigan, 1990:32). Tampubolon menyebut membaca skimming ini sebagai membaca layap, yakni membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum dari suatu bacaan atau bagian-bagiannya (1989:49), sedangkan dalam Dictionary of Reading (1983:298) skimming disebutkan sebagai kegiatan membaca secara cepat dan selektif serta bertujuan.

Soedarso (188:89) mendefinisikan skimming sebagai keterampilan membacayang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien. Menurutnya skimming antara lain dapat diperlukan untuk kepentingan:

  • mengenal topik bacaan;
  • mengetahui pendapat orang lain (opini)
  • mendapatkan bagian penting yang kita perlukan, tanpa membaca keseluruhan;
  • mengetahui organisasi tulisan;
  • penyegaran terhadap bahan yang pernah dibaca.

3. Membaca dangkal

Membaca dangkal atau superfical reading pada dasarnya merupakan kegiatan membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangkal atau tidak terlalu mendalam dari bahan bacaan yang kita baca. Membaca jenis ini biasanya dilakukan bila kita bermaksud untuk mencari kesenangan atau kebahagiaan. Oleh karena itu, jenis bacaannya pun betul-betul merupakan jenis bacaan ringan. Misalnya, majalah hiburan, cerpen, novel, dan sejenisnya. Walhasil, membaca dangakal ini dilakukan dengan santai untuk mendapatkan kesenangan.

Membaca Intensif

Dalam Dictionary of reading (1983:160) disebutkan bahwa membaca intensif merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara seksama. Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada. Program membaca intensif merupakan salah bsatu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.

Menurut Brook sebagaimana dikutip oleh H.G. Tarigan (1990:35) intensif reading merupakan studi seksama, telaah teliti serta penanganan terperinci terhadap suatu tugas yang pendekyang kira-kira hanya 2-4 halaman pada setiap harinya. Menurutnya, secara garis besar intensif reading terbagi dua, yakni membaca telaah isi (content study reading) dan membaca telaah bahasa (linguistic study reading). Membaca telaah isi dibagi lagi menjadi membaca teliti (close reading), membaca pemahaman (reading for understanding), membaca kritis (critical reading), dan membaca ide (reading for ideas). Membaca telaah bahasa dibagi menjadi membaca bahasa asing (foreign language reading) dan membaca telaah sastra (literary reading). Secara skematis pembagian tersebut sebagai berikut:

Perbedaan Membaca Intensif dan Ekstensif dari Berbagai Unsur

Untuk memberikan perpektif kepada anda, berikut akan dikupas secara selintas pengertian dari jenis-jenis membaca tersebut.

1. Membaca Teliti

Secara sederhna, membaca teliti dapat dikatakan sebagai kegiatan membaca secara seksama yang bertujuan untuk memahami secara detil gagasan- gagasan yang terdapat dalam teks bacaan tersebut atau untuk melihat organisasi penulisan atau pendekatan yang digunakan oleh si penulis.

Oleh karena itu, pembaca selain dituntut harus dapat memahami semua makna teks yang dibacanya juga dituntut untuk mengenali dan menghubungkan kaitan antar gagasan yang ada, baik yang terdapat dalam kalimat maupun dalam setiap paragraf. Salah satu kegiatan penunjang yang akan sangat membantu dalam proses membaca teliti ini, yakni dengan menandai bagian-bagian buku yang dianggap penting.

Terdapat sejumlah cara untuk menandai sebuah buku, antara lain:

  1. Untuk menandai pernyataan-pernyataan, definisi atau hal-hal lain yang dianggap penting, kita dapat menggunakan tanda garis bawah (under line), baik dengan menggunakan ballpoint, pena atau dengan membuat blok dengan menggunakan stabillo berwarna terang.
  2. Untuk memberi penekanan pada suatu pernyataan yang telah digaris bawahi, kita dapat membuat garis-garis tegak lurus pada setiap pinggir halaman buku tersebut.
  3. Untuk memberi penekanan pada butir-butir penting dalam bacaan tersebut, kita dapat membuat tanda-tanda bintangatau arterik atau tanda-tanda lainnya yang diletakkan pada pinggir halaman.
  4. Untuk menandai urutan butir penting yang dibuat oleh sang pengarang dalam mengembangkan argumen, uraian atau penjelasan, kita dapat memberikan angka-angka pada pinggir halaman.
  5. Untuk menandai dimana saja dalam buku tersebut sang pengarang mengutarakan butir-butir gagasan yang relevandengan butir yang sedang kita baca sekaligus untuk membantu merangkaikan kembali ide-ide yang terpencardalam buku tersebut, kita dapat membubuhkan nomo-nomor halaman pada pinggir halaman buku tersebut.
  6. Melingkari kata-kata ataupun frasa-frasa yang dianggap penting.
  7. Menuliskan atau membuat semacam catatan kecil pada pinggir, atas, atau bawah halaman buku tersebut, jika kita bermaksud merekam pertanyaan-pertanyaan (dan barangkali juga jawaban-jawaban) yang timbul dari dalam hati kita pada saat membaca bagian tersebut, atau jika kita bermaksud ingin merangkum atau mengurutkan kembali gagasan yang diutarakan oleh sipengarang secara singkat dan sederhana menurut versi kita sebagai pembaca.

2. Membaca pemahaman

Membaca pemahaman menurut H.G. Tarigan (1986:56) merupakan sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards), resensi kritis (critical review), drama tulis (printed drama) serta pola-pola fiksi (pattrens of
fiction).

3. Membaca Kritis

Menurut Albert [et al] sebagaimana dikutip oleh H.G. Tarigan (1986:89) membaca kritis adalah sejenis kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan.

4. Membaca Ide

Menurut H.G. Tarigan (1986:116) membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang bertujuan untuk mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat dalam bacaan. Kemudian menurut Anderson (1972) sebagaimana dikutip oleh H.G. Tarigan (1986:117) membaca ide merupakan kegiatan membaca yang bertujuan untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut dari suatu bacaan:

  1. mengapa hal itu merupakan judul atau topik yang baik
  2. masalah apa saja yang dikupas atau dibentangkan dalam bacaan tersebut
  3. hal-hal apa yang dipelajari dan dilakukan oleh sang tokoh

Source: http://file.upi.edu

Punya tugas sekolah atau PR yang sulit dikerjakan sendiri? Silakan tulis disini. Tugas sekolah atau PR mu akan dikerjakan oleh teman-teman yang lain yang siap membantumu dengan cepat dan smart.

Ajukan Pertanyaan
Masalah yang sering dicari:| membaca intensif dan ekstensif | perbedaan membaca intensif dan ekstensif | pengertian membaca intensif dan ekstensif | arti membaca ekstensif | perbedaan intensif dan ekstensif reading | membandingkan dua novel melalui ekstensif dam intensif | membaca inten | membaca ekstensof dan intensif | membaca | jelaskan menbaca intensif dan ekstensif | contoh membaca intensif dan ektensif berikan contohnya | contoh membaca intensif dan ekstensif | teori pengertian unsur extensive reading |
(Visited 1.598 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *