Hasil Budaya Manusia Pada Jaman Prasejarah

Posted on

Hasil Budaya Manusia Pada Jaman Prasejarah – Pada pokok bahasan kali ini akan dibahas terkait jaman batu (Paleolitikum, Mesolitikum dan Neolitikum) dan jaman logam (jaman Perunggu dan besi).

Kehidupan manusia masa lampau tidak terlepas dari tingkat peradabannya. Tingkat peradaban manusia membawa akibat kehidupannya terpecah menjadi dua babakan yang dikenal dengan istilah: zaman pra aksara (pra sejarah) dan zaman aksara (sejarah). Zaman pra aksara atau pra sejarah adalah zaman sebelum ada peninggalan tertulis. Dengan kata lain, suatu masa kehidupan manusia yang belum terdapat keterangan-keterangan yang berupa tulisan. Sedangkan zaman aksara atau zaman sejarah adalah suatu zaman dimana bangsa tersebut telah meninggalkan tulisan. Dengan kata lain, suatu zaman dari kehidupan manusia yang sudah terdapat keterangan-keterangan dalam bentuk tulisan.

Hasil Budaya Manusia Pada Jaman Prasejarah

Berdasarkan hasil penelitian oleh para ahli, zaman prasejarah dapat dibedakan atas beberapa kurun waktu sesuai dengan tingkat peradabannya (budayanya). Secara garis besar zaman pra sejarah dibagi menjadi dua zaman, yakni zaman batu dan zaman logam.

1. Zaman Batu

Zaman batu adalah suatu zaman dimana alat-alat penunjang kehidupan manusia sebagian besar terbuat dari batu. Zaman batu dibagi menjadi empat zaman, yakni:

a. Zaman Batu Tua (Paleolitikum)

Disebut zaman batu tua karena alat-alat kebudayaan yang dihasilkan masih sangat kasar. Kebudayaan Paleolitikum di Indonesia ditemukan di daerah Pacitan dan Ngandong, maka sering disebut Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong. Di daerah Pacitan banyak ditemukan alat-alat dari batu yang masih sangat kasar. Alat-alat tersebut berbentuk kapak perimbas (chooper), karena tidak memakai tangkai maka disebut kapak genggam. Di sekitar daerah Ngandong juga didapatkan banyak alat-alat dari tulang di samping kapak-kapak genggam dari batu. Selain itu di Ngandong juga ditemukan alat-alat kecil yang dinamakan flakes, yang terbuat dari batu indah.

b. Zaman Batu Madya (Mesolitikum)

Sesuai dengan perkembangan penalarannya, zaman Mesolitikum ditandai dengan adanya kebudayaan kyokkenmoddinger dan kebudayaan abris sous roche. Suatu corak istimewa dari zaman Mesolitikum Indonesia ialah adanya peninggalan-peninggalan yang disebut kyokkenmoddinger, yang artinya sampah dapur. Sampah dapur tersebut dapat ditemukan di sepanjang pantai Timur Laut Sumatera, yaitu bukit atau tumpukan kulit kerang dan siput yang tinggi dan panjang yang telah menjadi fosil. Hasil penemuan kedua dari kebudayaan Mesolotikum adalah abris sous roche yaitu gua yang dipakai sebagai tempat tinggal manusia pra sejarah. Gua-gua itu sebenarnya lebih menyerupai ceruk-ceruk di dalam batu karang yang cukup untuk memberi perlindungan terhadap hujan dan panas. Di dalam dasar gua-gua itu didapatkan banyak peninggalan kebudayaan, dari jenis Paleolitikum sampai dengan Neolitikum, tetapi sebagian besar dari zaman Mesolitikum.

c. Zaman Batu Muda (Neolitikum)

Kebudayaan neolitikum adalah kebudayaan batu baru, ciri-cirinya alat-alatnya sudah dibuat dengan baik, diasah (diupam) dan halus. Masa ini merupakan bercocok tanam di Indonesia yang bersamaan dengan berkembangnya kemahiran mengasah (mengupam) alat-alat batu serta mulai dikenalnya teknologi pembuatan tembikar. Dengan demikian, masa ini telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, yakni perubahan dari kehidupan food gathering menjadi food producing. Hasil kebudayaan neolitikum, diantaranya ialah kapak persegi, kapak lonjong, alat serpih, gerabah, dan perhiasan.

d. Zaman Batu Besar (Megalitikum)

Kebudayaan megalitikum adalah kebudayaan yang terutama menghasilkan bangunan-bangunan yang terbuat dari batu besar. Pada zaman megalitikum manusia telah mampu menghasilkan bangunan-bangunan yang terbuat dari batu besar dan digunakan dalam hubungannya dengan kepercayaan zaman pra sejarah. Adapun hasilhasil yang terpenting dari kebudayaan megalitikum adalah:

  1. Menhir, yaitu tugu dari batu tunggal, yang fungsinya sebagai tanda peringatan suatu peristiwa atau sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang.
  2. Dolmen, yaitu meja batu, yang fungsinya sebagai tempat meletakkan sesajian untuk memuja roh nenek moyang. Jadi dolmen dianggap sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang.
  3. Sarkofagus atau Keranda yaitu peti batu besar yang bentuknya seperti palung atau lesung dan diberi penutup, yang fungsinya sebagai kuburan atau peti mayat.
  4. Kubur Batu, yaitu kuburan dalam tanah dimana sisi samping, alas, dan penutupnya diberi semacam papan-papan dari batu, yang fungsinya untuk mengubur mayat.
  5. Punden Berundak-undak, yaitu bangunan dari batu yang disusun bertingkat-tingkat, yang fungsinya sebagai pemujaan roh nenek moyang.
  6. Arca, yaitu bangunan dari batu, ada yang berbentuk manusia dan ada yang berbentuk binatang (merupakan perwujudan dari roh nenek moyang).

Dengan demikian jelas bahwa keberadaan kebudayaan megalitikum berkaitan dengan latar belakang kepercayaan akan kehidupan di akhirat dan alam pikiran yang mendasarkan pada pemujaan terhadap roh nenek moyang, sehingga terwujudlah berbagai macam bentuk bangunan yang terbuat dari batu besar yang kita sebut hasil-hasil kebudayaan megalitikum.

2. Zaman Logam

Disebut zaman logam karena alat-alat penunjang kehidupan manusia sebagian besar terbuat dari logam. Berdasarkan temuan barang-barang dari logam diperkirakan pada masa itu telah terjadi hubungan dagang antara bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa Asia, khususnya Asia Tenggara yang telah mengenal logam. Kehidupan manusia makin lama makin berkembang, demikian pula kebudayaannya termasuk teknologinya.

Berkaitan dengan perkembangan teknologi, maka dalam kehidupan masyarakat juga telah mengenal teknik-teknik pengolahan logam (perunggu dan besi). Tempat untuk mengolah logam dikenal dengan nama perundagian, dan orang yang ahli mengerjakannya dikenal dengan sebutan undagi (tukang). Itulah sebabnya sehingga zaman kemahiran teknologi pengolahan logam biasa juga disebut zaman perundagian.

Teknik pengolahan logam merupakan suatu teknik tingkat tinggi, karena untuk melebur logam dan menjadikan suatu alat atau perkakas diperlukan cara-cara khusus yang belum dikenal sebelumnya. Logam harus dipanaskan hingga mencapai titik leburnya, kemudian dicetak menjadi alat atau perkakas yang diperlukan.

Adapun cara pengolahan logam ada dua teknik yang digunakan, yaitu:

  1. Teknik bivolve, yaitu cetakan yang terdiri atas dua bagian, kemudian diikat dan dalam rongga cetakan itu dituangkan perunggu cair. Cetakan tersebut kemudian dilepas dan jadilah barang yang dicetak.
  2. Teknik a cire perdue, yaitu benda yang akan dicetak dibuat dari lilin atau sejenisnya, kemudian dibungkus dengan tanah liat yang diberi lubang. Setelah itu dibakar, maka lilin akan meleleh. Rongga bekas lilin tersebut diisi dengan cairan perunggu. Sesudah dingin perunggu membeku dan tanah liat dibuang maka jadilah barang yang dicetak.

Walaupun dunia mengenal tiga zaman logam, yakni: (1) zaman tembaga, (2) zaman perunggu, dan (3) zaman besi, namun zaman prasejarah Indonesia hanya mengenal dua zaman logam, yakni sebagai berikut:

a. Zaman Perunggu

Pada zaman perunggu manusia sudah mampu membuat peralatan yang terbuat dari perunggu. Perunggu merupakan logam campuran antara tembaga dengan timah. Adapun hasil-hasil kebudayaan perunggu, antara lain seperti: (a) Nekara, yakni semacam berumbung dari perunggu yang berpinggang di bagian tengahnya dan sisi atasnya tertutup, jadi kira-kira sama dengan dandang yqang ditelungkupkan. (b) Kapak Corong, yakni kapak yang bagian atasnya berbentuk corong yang sembirnya terbelah. (c) Bejana, yakni wadah yang bentuknya seperti periuk, tetapi langsing dan gepeng, serta mempunyai hiasan yang indah berupa gambar geometri dan pilin-pilin.

b. Zaman Besi

Pada zaman besi, alat-alat kehidupan manusia sudah meningkat lagi, di samping dibuat dari tembaga dan perunggu banyak juga yang terbuat dari besi. Manusia telah dapat melebur biji-biji besi dalam bentuk alat-alat yang sesuai dengan kebutuhannya, seperti kapak, pisau, tombak, cangkul, sabit, tembilang, parang, pedang, linggis, dan sebagainya.

Sumber: Modul PLPG 2014, Rayon 126 Universitas Halu Oleo, Pendalaman Materi Ekonomi

Punya tugas sekolah atau PR yang sulit dikerjakan sendiri? Silakan tulis disini. Tugas sekolah atau PR mu akan dikerjakan oleh teman-teman yang lain yang siap membantumu dengan cepat dan smart.

Ajukan Pertanyaan
Masalah yang sering dicari:| hasil kebudayaan zaman prasejarah | hasil-hasil kebudayaan pada masa prasejarah | apa yang sudah didapatkan dari mempelajari hasil budaya masa purba | hasil kebudayaan prasejarah ips | kebidayaan zaman prasejarah | Kebudayaan masa prasejarah | sebutkan hasil kebudayaan zaman prasejarah | sebutkan hasil-hasil budaya atau bangunan Sejarah dan zaman masa prasejarah | sejarah kebudayaan indonesia zaman prasejarah | yang merupakan hasil budaya masa prasejarah adalah | hasil kebudayaan pd masa prasejara | hasil kebudayaan masyarakat zaman prasajarah | beberapa hasil budaya manusia pada zaman prasejarah | hasil budaya manusia apakah yg paling bernilai tinggi dari zaman prasejarah | hasil budaya masa prasejarah | hasil budaya zaman purba | hasil hasil kebudayaan masa prasejarah | hasil hasil kebudayaan zaman pra sejarah sesuai jamannya | hasil kebudayaan manusia prasejarah | hasil kebudayaan masa prahistori | hasil kebudayaan masyarakat prasejarah | zaman prasejarah hasil kebudayaan |
(Visited 3.078 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *