Prinsip Menggambar Bentuk

Posted on
Make Money Online
$0.00 Start. Start in 5 mins. $3K per week. Make money from your website.
moneyonlineinvestment.com

Prinsip Menggambar Bentuk

Untuk dapat menggambar bentuk dengan baik dan benar, diperlukan pengetahuan dan penguasaan terhadap
prinsip-prinsip dan langkah kerjanya. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

1. Model

Model adalah objek yang dijadikan acuan untuk menggambar. Menggunakan model berarti menggambar bentuk terfokus pada objek yang digambar, bukan sekadar ingatan. Model gambar dapat dibuat secara langsung atau tidak langsung.

U Have Website We have Cash
If you have website put our banner on it, make money for each visitor
moneyonlineinvestment.com
Make Money Online
$0.00 Start. Start in 5 mins. $3K per week. Make money from your website.
moneyonlineinvestment.com

Menggambar secara langsung, yaitu dengan menatap model yang ada di depan mata. Menggambar secara tidak langsung, yaitu menggambar model dari foto (reproduksi). Foto berasal dari majalah, koran, buku, atau media lainnya. Perhatikan Gambar 2.3 berikut.

Keterangan:

a) Menggambar model secara langsung.
b) Menggambar model secara tidak langsung.

2. Proporsi

Suatu benda tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Kesebandingan, keseimbangan, atau kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang satu dengan bagian yang lain itulah yang dinamakan proporsi. Dengan menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar benda yang dihasilkan akan tampak wajar. Jika gambar yang dibuat tidak sesuai dengan proporsi maka akan terkesan janggal. Perhatikan Gambar 2.4 berikut.

Keterangan:

a) Ukuran dan bentuk cangkir dan sendok teh yang proporsional.
b) Ukuran dan bentuk cangkir dan sendok teh yang tidak proporsional.

3. Komposisi

Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa. Gambar bentuk yang baik harus memerhatikan komposisi sehingga gambar yang dibuat dapat menghasilkan kesan yang seimbang, menyatu, berirama, dan selaras.

a. Keseimbangan (balance)

Keseimbangan adalah penggambaran objek benda yang memberikan adanya kesan keseimbangan antarbagian-bagiannya, artinya tidak terkesan berat di salah satu sisi dan ringan di sisi yang lain. Perhatikan Gambar 2.5 berikut.

Keterangan:

a) Objek gambar yang menunjukkan adanya kesan keseimbangan.
b) Objek gambar yang tidak menunjukkan adanya kesan keseimbangan.

b. Kesatuan (unity)

Kesatuan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan adanya kesatuan unsur-unsur
yang terpadu. Kesatuan artinya keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan terbelah atau
terpisah. Perhatikan Gambar 2.6 berikut.

Keterangan:

a) Objek gambar yang menunjukkan adanya kesan kesatuan.
b) Objek gambar yang tidak menunjukkan adanya kesan kesatuan.

c. Irama (rhythm)

Irama adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan pergerakan dengan alur yang teratur. Gambar yang terkesan ritmisnya akan terasa enak dipandang mata, lain dengan gambar yang acak-acakan dan tidak jelas pengaturan objeknya. Perhatikan Gambar 2.7 berikut.

Keterangan:

a) Objek gambar yang menunjukkan adanya kesan irama.
b) Objek gambar yang tidak menunjukkan adanya kesan irama.

d. Keselarasan (harmony)

Keselarasan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam suatu benda, atau benda yang satu dengan benda yang lain dipadukan. Perhatikan Gambar 2.8 berikut.

Keterangan:

a) Bagian-bagian bentuk benda yang selaras.
b) Bagian-bagian bentuk benda yang tidak selaras.

4. Perspektif

Benda yang letaknya lebih dekat dengan pandangan mata, tampak lebih besar ukurannya bila dibandingkan
dengan benda-benda yang letaknya jauh dari pandangan mata. Semakin jauh benda tersebut maka akan hilang
dari pandangan mata (menuju suatu titik), misalnya saat melihat rel kereta api. Sesungguhnya rel kereta api itu
besarnya sama, tetapi karena kesan pandangan mata, rel tersebut akan semakin menyempit dan menuju ke
satu titik.

Jadi, perspektif adalah penggambaran objek berdasar kesan pandangan mata. Perspektif yang baik akan dapat menimbulkan kesan ruang tiga dimensi dalam bentuk gambar. Bila benda yang digambar tidak menggunakan kaidah perspektif maka akan terkesan janggal. Perhatikan Gambar 2.9 berikut.

Keterangan:

a) Perspektif yang benar.
b) Perspektif yang janggal.

5. Gelap-terang

Sinar yang jatuh pada suatu benda (baik sinar yang jatuh secara langsung atau tidak langsung) akan menimbulkan
efek terang di satu sisi dan bayangan (gelap) di sisi yang lain. Perhatikan Gambar 2.10 di bawah:

Keterangan:

Contoh penempatan cahaya dan bayangan yang tepat pada objek gambar.

(Visited 42 times, 1 visits today)
bannerprojects

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *