Ruang Lingkup dan Metode Sosiologi

Ruang Lingkup dan Metode Sosiologi

Posted on

Ruang Lingkup dan Metode Sosiologi

Sosiologi mencakup pengetahuan dasar pengkajian masyarakat. Cakupan tersebut meliputi beberapa hal berikut.

  1. Kedududukan dan peran social individu dalam keluarga, kelompok social, dan masyarakat.
  2. Nilai-nilai dan norma-norma social yang mendasar mempengaruhi sikap dan perilaku hubungan manusia dan masyarakat.
  3. Masyarakat dan kebudayaan daerah sebagai submasyarakat dan kebudayaan nasional Indonesia.
  4. Perubahan sosial budaya terus menerus berlangsung oelh sebab-sebab internal maupun eksternal.
  5. Masalah-masalah sosial budaya yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Paul B. Horton ada beberapa metode yang digunakan dalam sosiologi yaitu :

a. Study cross-sectional dan longitudinal

Study cross-sectional adalah suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam suatu jangka waktu tertentu. Sedangkan studi longitudinal adalah suatu study yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian pengamatan sebelum dan sesudahnya.

b. Eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan

Dalam penelitian eksperimen laboratorium, subjek orang dikumpulkan di dalam suatu tempat atau laboratorium kemudian diberi pengalaman sesuai dengan yang diinginkan sang peneliti kemudian dicatat dan ditarik kesimpulan-kesimpulan. Penelitian eksperimen lapangan adalah pengamatan yang dilakukan di luar laboratorium di mana peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada objek secara umum kemudian diamati hasilnya.

c. Penelitian pengamatan

Hampir sama dengan eksperimen tetapi dalam penelitian ini kita tidak mepengaruhiterjadinya suatu kejadian.

Sedangkan menurut Soerjono Soekanto ada dua jenis metode dalam sosiologi yaitu :

a. Metode kualitatif

Menggunakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka-angka atau ukurang yang matematis, meskipun kejadian-kejadian itu nyata dalam masyarakat. Adapun macam-macam penelitian kualitatif yaitu:

  • Metode historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.
  • Metode komparatif, yaitu metode pengamatan dengan membandingkan antara bermacam-macam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat pertanian Indonesia pada masa lalu dan masa yang akan dating.
  • Metode studi kasus, yaitu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga maupun individu-individu. Alat-alat yang dipergunakan dalam studi kasus adalah :
    a) Wawancara (interview.
    b) Dafatar pertanyaan (quesionare).
    c) Participant observer technique, di mana pengamat ikut serta dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang diamati.

b. Metode Kuantitatif

Peneliti mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan mengggunakan skala, indeks, table dan formula. Termasuk dalam metode ini adalah metode statistik di mana gejala-gejala masyarakat sebelum dianalisis dikuantifikasi terlebih dahulu.

  • Metode deduktif, yaitu metode yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk menarik kesimpulan yang khusus.
  • Metode induktif, yaitu metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum.
  • Metode empiris, yaitu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan nyata didalam masyarakat.
  • Metode rasional, yaitu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.
  • Metode fungsional, yaitu metode yang dipergunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat.
(Visited 49 times, 1 visits today)
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *